Efek Buruk Matikan Paksa Komputer

Dampak terlalu sering force shutdown pada perangkat komputer atau laptop.

Komputer menjadi perangkat untuk membantu meringankan pekerjaan manusia, namun komputer juga membutuhkan perawatan rutin baik secara sistem maupun fisik agar kinerjanya tetap optimal. Namun sayangnya, masih banyak yang belum paham mengenai dampak buruknya dalam memperlakukan perangkat komputer.

Memang perangkat komputer ini sebuah mesin, namun komputer sudah diprogram agar kinerjanya tetap terjaga dan sesuai prosedur yang sudah diprogram kedalam perangkat. Sebagai contoh, bagaimana dampak buruknya pada komputer jika pada saat mematikannya secara paksa, bukan melalui prosedur shutdown.

Jangan terlalu sering mematikan komputer secara paksa, jika tidak terlalu mendesak seperti “hang” jika membuka program atau software tertentu, atau “stuck” pada saat booting maupun program yang masih berjalan.

Meskipun mudah untuk mematikan komputer, dampak yang dialami perangkat bisa sangat fatal. Berikut beberapa penjelasan mengapa “Force Shutdown” itu dilarang. Bahkan jangan sampai dilakukan terlalu sering jika tidak dalam keadaan mendesak. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan pada perangkat lain dikemudian hari, yang bisa membuat komputer tidak bisa bertahan lama.

Registrasi Komputer Menjadi Error

Saat terlalu sering “Force Shutdown” atau mematikan secara paksa, komputer tidak akan bisa mati secara teknis sesuai prosedur yang sudah diprogram. Ketika komputer menjalankan registrasi ulang semua komponen dalam perangkat, seperti software dan hardware, data registri, akan mengalami gangguan secara teknis.

Tidak waktu bagi komputer untuk meregistrasi kembali hal tersebut, dan akan menyebabkan error pada pembacaan di memori ketika program dan hardware bekerja.

Hardisk Akan Mengalami Bad Sector

Jika masih menggunakan hardisk standard, didalam hardisk terdapat piringan (disc) yang berputar ketika komputer digunakan. Bagaimana jika komputer dimatikan secara paksa (Force Shutdown), dan piringan tersebut berhenti secara mendadak?

Hardisk tersebut akan berpeluang mengalami kerusakan (error) atau bahkan bad sector, jika pada saat mematikan komputer sesuai prosedur maka hardisk akan memiliki waktu untuk menyelesaikan semua writing data-data pada hardisk tersebut. Hardisk akan berhenti secara bertahap sesuai dengan kinerja jika sudah menyelesaikan penyimpanan data.

Beban RAM Akan Menjadi Lebih Berat

Jika komputer dimatikan secara benar, maka komputer akan memberikan waktu pada RAM untuk mengosongkan memori sistemnya. Namun, ketika komputer dimatikan secara paksa program yang dijalankan akan “stuck” pada memori sistem tersebut.

Maka akan berakibat pada beratnya loading jika komputer dinyalakan kembali, karena RAM masih menanggung beberapa program yang gagal dikosongkan pada saat komputer dimatikan.

Power Supply Akan Mengalami Masalah

Jika komputer dimatikan secara paksa, maka daya yang mensuplai ke hardware akan berhenti secara mendadak. Bisa menyebabkan konsleting, telebih pada laptop jika masih dalam kondisi di charge. Berhentinya hardware secara tiba-tiba akan menimbulkan masalah pada hardisk, RAM, perangkat lainnya menjadi rawan kerusakan bahkan bisa menimbulkan arus pendek.

Maka dari itu, lakukan shutdown secara normal, hal ini akan menyebabkan hardware memiliki waktu untuk mematikan secara bertahap pada perangkat agar tidak terjadi hubungan arus pendek.

Kerusakan Pada Processor

Ketika komputer bekerja, heatsink akan bekerja maksimal untuk mendinginkan prosesor. Ketika komputer dimatikan secara paksa, maka heatsink akan mati secara tiba-tiba, namun prosesor masih dalam keadaan panas yang bisa mengakibatkan kerusakan pada komponen lainnya yang dipengaruhi oleh panas prosesor.

Prosesor yang masih panas akan membutuhkan waktu lama untuk dingin, jika hal itu terjadi bisa berdampak pada komponen kecil lainnya misal kapasitor, resistor, chipset dan lain sebagainya.

Itulah beberapa dampak buruk jika kita sering mematikan komputer secara paksa, pastikan jika mematikan komputer sudah memenuhi prosedur seperti biasa, Memang membutuhkan waktu, tapi hal ini akan aman secara teknis dan data-data tidak akan corrupt.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *