Ini Penyebabnya Mengapa Harga Produk China Bisa Murah

Ekspedisi Murah China

Akhir-akhir ini banyak produk e-commerce dari China yang dijual di Indonesia dengan harga yang sangat murah, bahkan bisa lebih murah dari produk lokal atau buatan dalam negeri. Harga produk China bisa mencapai 80% lebih murah yang membuat UMKM diIndonesia kesulitan bersaing bahkan berdampak tidak terjualnya produk lokal ke pasaran sendiri.

Fenomena ini sudah berlangsung sejak lama, tidak hanya di Indonesia saja tapi produk China sudah beredar sejak diterapkan AFTA (Asean Free Trade Area). Artinya kawasan perdagangan bebas Asean, sebuah persetujuan oleh ASEAN mengenai sektor produksi lokal di seluruh negara ASEAN.

AFTA ini diterbitkan dengan tujuan untuk meningkatkan daya saing ASEAN sebagai basis produksi dalam pasar dunia melalui penghapusan bea dan halangan non-bea dalam ASEAN dan bisa menarik investasi asing langsung ke ASEAN.

Kenapa produk-produk China bisa menjadi murah dari pasaran lokal?

Kalau dilihar dari sisi ekonomi, perkembangan ekonomi China sangat cepat berkembang. Hanya membutuhkan beberapa tahun saja untuk bisa bangkit dari keterpurukan, banyak yang menganggap bahwa upah pekerja di China murah.

Informasi terakhir Januari 2021, upah pekerja di China rata-rata Rp. 5 juta per bulan. Lebih tinggi dari upah rata-rata di Indonesia, bukan menjadi faktor utama jika upah pekerja menjadi tolak ukur murahnya produk China.

Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan produk China sangat murah:

Bahan Baku dan Komponen Industri Tersedia Lokal

Manufaktur di China sudah terlebih dahulu dibangun disana, jadi biaya manufaktur bisa lebih murah karena rantai pasokan sangat kuat dan tersedia disana. Semua bahan baku, komponen dan lain sebagainya bisa didapatkan secara lokal. Jadi biaya operasional dan produksi secara otomatis bisa lebih murah. Hal ini juga membuat perusahaan yang ada di Eropa maupun di Amerika, memindahkan pabrik mereka ke China.

Kebijakan Pajak Ekspor Yang Rendah

Ini salah satu dari kebijakan yang dibuat pemerintah China untuk mengekspor produk mereka, dengan menerapkan kebijakan pajak yang rendah, pemerintah China menghapus semua pajak berganda hingga pajak PPN dibuat 0%. Penerapan pajak 0% ini untuk produk yang akan diekspor dari China ke negara-negara lainya.

Sistem Infrastruktur Logistik Yang Memadai

Untuk mendukung industrinya, China membangun banyak pelabuhan, bandara, kereta api untuk mendukung pengiriman logistik baik dalam maupun luar negeri. Sistem ini dibangun tidak hanya di kota-kota besar, namun didesa juga dibangun infrastruktur logistik agar UMKM di desa-desa di China juga bisa menjual produk mereka ke sektor internasional. Hal ini bisa membuat pengiriman lebih murah dan lebih cepat.

Dukungan Subsidi Biaya Produksi

Diarea industri di China, biaya produksi disubsidi secara besar-besaran. Misalnya tagihan listrik di sektor industri bisa disubsidi sebesar 30% dari pada besaran tagihan disektor rumah tangga. Hal ini menjadikan pengaruh pada biaya produksi menjadi lebih murah sehingga bisa memproduksi barang dengan jumlah yang lebih banyak dan efisien.

Penerapan Teknologi Canggih dan Skill Pekerja

Banyak teknologi yang canggih yang dimiliki manufaktur China, termasuk automasi yang menjadikan produksi lebih cepat dan memiliki kualitas yang tinggi sekaligus memiliki kapasitas produksi yang besar. Tidak hanya itu, China juga memiliki SDM yang unggul yang menjadikan mereka melek akan teknologi baru.

Selain itu, ada kebijakan lain yang membuat produk China bisa menjadi lebih murah antara lain dukungan birokrasi, kluster industri yang merata, devaluasi mata uang, dan masih banyak lagi yang membuat China berbondong-bondong menjadi produsen teratas dan tercanggih.

Dengan melihat hal itu, Indonesia seharunya belajar. Tidak hanya di SDM saja, namun pengembangan teknologi dan penggunaannya haruslah didukung agar bisa bersaing dengan China. Industri tidak akan bisa tumbuh tanpa adanya dukungan dari kebijakan pemerintah, ketersediaan bahan baku, sistem distribusi dan lain sebagainya. Mungkinkah Indonesia bisa bersaing dengan China, jika kita melihat faktor-faktor diatas bisa diterapkan di Indonesia. Jika itu dilakukan, maka UMKM di Indonesia akan tumbuh pesat dan bisa merajai produk keseluruh dunia.

1 thought on “Ini Penyebabnya Mengapa Harga Produk China Bisa Murah”

  1. Kadang harga produk jadi membingungkan. Saya pernah membeli arloji quartz bikinan Cina Rp90.000. Lha berapa harga kulaknya?
    Lalu berapa biaya produksinya? Memang massal sih, biaya per unit jadi murah. Ketika baterai habis saya tak menggantinya karena harga di atas Rp100.000. Tali jam dari kulit imitasi ya sekitar itu harganya. Dikasih ke orang, bakal nyusahin. Dibuang, eh jadi sampah yang sulit terurai.

    Reply

Leave a Comment